Buka 09:00 Tutup : 17.00
087878176659
087878176659
081210003362
D998F21C
abadiherbal@gmail.com
( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

7 Obat Tradisional Diabetes Mellitus

Minggu, Juli 31st 2016.

Tujuh Obat Tradisional Diabetes Mellitus

Memiliki tubuh yang kegemukan (obesitas) tidak hanya mengganggu penampilan dan aktivitas sehari-hari, tapi juga memiliki resiko yang tinggi terkena serangan penyakit diabetes melitus, penyakit jantung dan stroke.

Faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami tubuh kegemukan antara lain pola makan yang berlebihan dan tidak terkontrol, ditambah malas melakukan aktivitas olah raga, padahal sesuai anjuran pakar kesehatan minimal 15 menit dalam sehari melakukan olahraga, dan harus dilakukan rutin setiap hari.

Yang harus diwaspadai jika Anda mengalami obesitas adalah munculnya penyakit diabetes mellitus (DM). Keluhan seperti rasa haus yang tak terelakan, keluhan sering bangun malam untuk buang air kecil, kemudian berat badan turun tanpa sebab yang jelas, bisa jadi ini adalah gejala diabetes menghampiri Anda.

Seperti dikutip dari majalah Kesehatan OTC Digest bahwa, menurut Prof.DR.Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD,KEMD,Face, diabetes mellitus (DM) atau kencing manis bergerak seperti rayap, bekerja diam-diam merusak organ di dalam tubuh penderita penyakit ini. Dan yang berbahaya bukan hanya penyakit diabetesnya semata, tapi komplikasi yang ditimbulkan akibat diabetes.

Menurut data Kementrian Kesehatan RI, di wilayah padat penduduk seperti perkotaan, diabetes atau kencing manis menjadi penyebab kematian utama kedua pada penduduk usia 45-54 tahun. Sementrara prevalensi nasional, berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah pada penduduk di atas usia 15 tahun di perkotaan – sesuai Riset Kesehatan Dasar (RisKesDas) tahun 2007 – sebanyak 15,7 persen.

Dari data tersebut hampir 80 persen merupakan kasus diabetes tipe 2 (tidak/belum tergantung insulin). Hal ini diduga kuat berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat. Seperti rendahnya konsumsi sayur dan buah, kurang olahraga, obesitas, hipertensi, merokok, hiperglikemia, hiperkolesterol dan alkohol.

Kriteria diagnostik diabetes yaitu bila terdapat salah satu atau lebih hasil pemeriksaan gula darah berikut ini. Pertama, kadar gula darah sewaktu lebih atau sama dengan 200 mg/dl. Kedua, kadar gula darah puasa lebih atau sama dengan 126 mg/dl. Pada 2 jam sesudah beban glukosa 75 gram pada tes toleransi glukosa oral (TTGO).

Gejala ringan tahap awal, sering tidak dirasakan penderita dan baru diketahui setelah pemeriksaan laboratorium.

Gejala yang muncul seperti haus, sering kencing, berat badan turun tanpa sebab, rasa lapar, badan lemas, gatal, kesemutan, mata kabur, kulit kering dan gairah seks menurun. Bila tidak segera diobati, baik dengan obat tradisional diabetes melitus maupun obat medis bisa terjadi komplikasi seperti gangguan pembuluh darah pada otak (stroke), mata (gangguan penglihatan), jantung (penyakit jantung koroner), ginjal (gagal ginjal) atau kaki luka dan tak kunjung sembuh/gangren.

Penderita juga rentan infeksi, seperti infeksi paru, gigi dan gusi serta saluran kemih. Sangat dianjurkan penderita diabetes konsultasi dengan dokter dan rajin mengecek kadar gula darah ke laboratorium atau menggunakan alat pengukur kadar gula darah sendiri.

Menurut dr. Hardhi Pranata, Sp.S, MARS, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), herbal dapat digunakan untuk terapi penyakit degenaratif seperti diabetes. Hal senada disampaikan oleh dr. H Arijanto Jonosewojo, Sp. PD dari Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya. “Obat tradisional diabetes seperti sambiloto (andrographis paniculata) dapat membantu menstabilkan kadar gula darah. Beberapa jenis herbal lain, dapat memperbaiki sel pankreas penghasil insulin. “ Ujarnya.

Menurut dr. Ary, agar tidak terjadi komplikasi maka hemoglobin terglikasi (HbA1C) penderita diabetes Mellitus harus normal. hemoglobin terglikasi (HbA1C) disebut juga glycohemoglobin, merupakan salah satu pemeriksaan darah yang penting, untuk mengevaluasi pengendalian gula darah.

Beberapa studi menunjukan, diabetes yang tidak terkontrol akan mengakibatkan timbulnya komplikasi. Untuk itu, pada penderita diabetes kadar HbA1C ditargetkan kurang dari 7 %. Semakin tinggi kadar HbA1C, semakit tinggi resiko timbulnya komplikasi, dan sebaliknya.

Cinnamon (kayu manis) merupakan salah satu obat tradisional diabetes mellitus yang mampu menurunkan HbA1C.

Dr. Agus Rahmadi dari klinik  Sehat di Jakarta menjelaskan, penderita diabetes mengalami kerusakan pada sel-sel di pankreas. Untuk mengatasinya perlu nutrisi agar sel yang rusak dapat diperbarui.

Nutrisi spesifik untuk memperbarui sel pankreas yang rusak, adalah asam amino arginin yang banyak terdapat pada kacang panjang dan jintan hitam (nigella sativa). Fungsi pankreas yang baik, akan mendukung berkurangnya hemoglobin terglikasi (HbA1C).” Ujarnya.

Perlu ditambahkan obat diabetes melitus tradisional untuk menjaga kestabilan gula darah, seperti daun salam (Sizygium polyantum), mimba (Azadirachta indica), pare  (momordica charantia), alpukat dan beberapa vitamin seperti vitamin E (tauge) dan vitamin A (wortel).

Dalam pengobatan diabetes, menurut dr. Agus, tidak hanya fokus memperbaiki sel-pankreas yang rusak. Pasien perlu olahraga dan puasa, untuk mengurangi timbunan kalori yang disimpan di sel hati dan otot. Untuk meningkatkan pembuangan tersebut. Diperlukan kunci berupa resptor yang salah satunya berasal dari buah alpukat.

Salah satu sifat utama herbal atau tanaman obat diabetes tradisional dalam pengobatan DM adalah konstruktif. Yaitu membangun kembali jaringan / sel pankreas yang rusak, serta mencegah komplikasi, memperbaiki fungsi pankreas dan meningkatkan efektivitas insulin yang dihasilkan.

7 Obat Tradisional Diabetes Mellitus

  1. Brotowali (Tinospora Crispa)

Rasa yang pahit adalah ciri khas herba ini. Kaya akan kandungan kimia seperti alkaloid, damar lunak, zat pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, harsa, berberin, palmatin, kolumbin, dan kokulin. Penelitian yang dilakukan Noor H dan Ashcroft SJ, dan Nuffield Department of Clinical Biochemistry, John Radcliffe Hospital, Headington, Oxford, U.K. menyebutkan bahwa ekstrak tinospora crispa dapat memperbaiki toleransi glukosa setelah dua minggu penggunaan. Bahkan lebih dari itu penggunaan ekstrak herbal ini sebesar 50 mg/kg BB mampu meningkatkan level insulin.

  1. Gimnema (Gymnema Silvestre)

Gymnema, mempunyai nama ilmiah Gymnema Silvestre. Dalam bahasa sansekerta dikenal dengan sebutan Meshasringi. Tumbuh baik di hutan tropis selatan dan tenggara India. Lebih dari 2000 tahun silam gymnema digunakan untuk mengobati penyakit “honey urine” / diabetes. Tahun 1920 penelitian membuktikan gymnema dapat menurunkan gula darah.

Obat tradisional diabetes ini juga baik untuk mengatasi gangguan liver. Gymnema kaya akan kandungan kimia seperti resin, asam gymnema, asam tartarik, gurmarin, kalsium oksalat, glukosa, saponins, stigmasterol, quercitol, dan asam amino (betaine, choline, dan trimethylamine).

Riset membuktikan, gymnema dapat mengendalikan gula darah penderita DM tipe 1 (ketergantungan insulin) dan DM tipe 2 (tidak tergantung insulin). Komponen utama yang bertanggung jawab dalam penurunan gula adalah asam gymnema.

  1. Cinnamon (Cinnamomum zeylanicum)

Hebal ini mengandung berbagai senyawa aktif seperti cinnamic aldehyde, cinnamyl acetate, coumarin, beta sitosterol, cholin, syringic acid. Studi yang dilakukan oleh Richard A. Anderson, PH.D., CNS, dari Beltsville Human Nutrition Research Center (BHNRC) Pakistan menyebutkan, cinnamon (kayu manis) dapat menurunkan gula darah, trigliserid dan kolesterol LDL pada penderita DM tipe 2

Menurut Prof. DR. H. Sumali Wiryowidagdo, Apt dari departemen Farmasi FMIPA UI, kayu manis dapat meningkatkan kepekaan insulin terhadap perubahan karbohidrat, sehingga dapat menstabilkan gula darah dan aman digunakan dalam jangka panjang.

  1. Sambiloto (Andrographis Paniculata)

Tanaman obat tradisional diabetes ini mengandung senyawa aktif seperti laktone: deoxy-andrographolide, andrographolide, 14-deoxy-11, neoandrographolide, 12-didehydroandrographolide dan homoandrographolide. Flavonoid : alkane, ketone dan aldehyde. Penelitian oleh Elin Yulinah, dkk dari Jurusan Farmasi FMIPA ITB (2001) menyebutkan ekstrak etanol herba Andrograhis paniculata mampu menurunkan gula darah pada hewan uji.

Penelitian oleh Soediro Soetarno, dkk dari institusi yang sama (2000) menyebutkan, ekstrak etanol dan air menunjukan aktivitas hipoglikemik (menurunkan gula darah) secara bermakna, ektrak air memberikan aktivitas yang lebih tinggi.

  1. Mengkudu (Morindo Citrifolia)

Dikenal juga dengan nama pace atau noni. Buah ini diketahui memiliki khasiat mengatasi penyakit diabetes melitus. Penelitian preklinis yang dilakukan Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, Apt dari departemen Farmasi Universitas Indonesia (UI), menyebutkan mengkudu mengandung senyawa aktif proxeronine yang berfungsi memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kandungan vitamin C, proanthocyanidins dan anthocyanidins, diduga kuat mampu berperan sebagai antioksidan melawan radikal bebas.

Dalam jangka panjang, mengkudu dapat menjaga stabilitas tekanan darah normal dan menurunkan gula penderita diabetes.

  1. Black seed (Nigella Sativa)

Kandungan bahan aktif black seed (jintan hitam) diantaranya: nigellicine, nigellidine, nigellimine-N-oxide, thymoquinone, dithymoquinone, thymohydroquinone, nigellone, thymol, arvacrol, oxy-coumarin, 6-methoxycoumarin dan 7-hydroxy-coumarin, flavonoids, tannin, asam lemak esensial, asam amino esensial, asam askorbat, zat besi dan kalsium.

Efek farmakologisnya: analgesik, antiradang, antihistamin, antioksidan, imunostimulan, antihipertensi, hipoglikemik, antibakterial, antijamur, dan antiviral.

Untuk kasus diabetes, menurut dr. Agus Rahmadi, jinten hitam mengandung asam amino esensial arginin yang beperan merangsang regenerasi sel pankreas.

  1. Pare (Momordica charantia L.)

Menurut sejumlah penelitian, perasan buah pare (momordica charantia L.) yang rasanya pahit, dapat menurunkan kadar glukosa darah. Riset di banyak negara menyebutkan, pare dapat menurunkan kadar gula  darah (hypoglycemic effect) pada hewan uji kelinci, baik yang sehat maupun yang dibuat sakit gula.

Efek pare dalam menurunkan gula darah pada kelinci, diperkirakan serupa dengan mekanisme insulin. Buah pare mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (antioksidan kuat), serta glikosida cucurbitacin, momordicin, dan charantin.

Efek pare dalam menurunkan gula darah pada hewan coba, bekerja dengan mencegah usus menyerap gula yang dikonsumsi. Diduga, pare memiliki komponen yang menyerupai sulfonylurea (obat tradisional diabetes mellitus paling tua dan banyak dipakai).

Obat jenis ini menstimulasi sel beta kelenjar pankreas tubuh memproduksi insulin lebih banyak, selain meningkatkan deposit cadangan gula glikogen di hati. Penggunaan ekstrak pare tidak dianjurkan untuk ibu hamil, anak-anak dan orang dengan kadar gula darah rendah.

Dipasaran, kini banyak tersedia obat diabetes mellitus tradisional dalam bentuk serbuk atau kapsul ekstrak. Praktis dan tetap efektif. Pilih yang sudah lulus uji BPOM

herbal diabetes glucoblock

Best Seller
Obat Pemutih Pencerah Kulit Alami (Suplemen Detox Silky Beauty)

4%

Rp 200.000 208.000
Sale
Obat Herbal Asam Urat Alami Menahun Dari Amerika (Legiron)

5%

Rp 188.000 198.000
Sale
Obat Herbal Diabetes Melitus Alami Impor (Glucoblock)

5%

Rp 188.000 198.000
Sale
Rp 115.000
Sale
Rp 150.000
Sale
Madu Pahit Hitam Super Prima Raja 800 gram

13%

Rp 130.000 150.000