Buka 09:00 Tutup : 17.00
087878176659
087878176659
081210003362
D998F21C
abadiherbal@gmail.com
( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Obat Herbal Liver Sirosis Hati (Imuno Hepar)

KategoriHerbal Liver, Herbal Pencernaan, Obat Herbal
Di lihat2096 kali
Harga Rp (Hubungi CS)

Obat Herbal Liver Sirosis Hati

Gejala Penyakit Liver dan Pengobatan Secara Alami 

Hati merupakan organ tubuh manusia yang terbesar. Hati berwarna merah dan kecoklatan dan memiliki berat sekitar 1,4kg untuk ukuran manusia normal. Hati manusia memiliki banyak fungsi dan peranan dalam proses metabolisme tubuh manusia.

Fungsi Hati membantu proses motabolisme dalam tubuh
Hati berfungsi mengubah kadar gula darah yang tinggi menjadi glikogen. Glikogen merupakan cadangan pemberi gula darah ketika gula darah menurun sehingga dapat dikatakan hati sebagai penormal gula darah. Hati membantu proses metabolisme protein, lemak dan karbohidrat.

Fungsi Hati sebagai pembantu proses regulasi
Fungsi hati sebagai pengatur kandungan darah yang meliputi protein, gula, lemak dan zat lainnya. Hati juga berfungsi memmbuang zat bilirubbin yang bisa menyebabkan tubuh menjadi kuning jika terlalu banyak zat ini.

Fungsi Hati sebagai pembantu proses detoksifikasi tubuh
Fungsi hati sebagai pembantu detoksifikasi yaitu fungsinya untuk membersihkan darah dari zat- zat yang tidak penting seperti zat kimia dari obat- obatan yang berbahaya bagi tubuh dan dibuang melalui proses pembuangan. Sehingga darah yang akan dialirkan ke seluruh tubuh adalah darah yang bersih dari zat- zat berbahaya tersebut.

Gangguan Fungsi Liver dan Obat Herbal Liver

Penyakit Sirosis Hati
Sirosis adalah suatu kondisi di mana jaringan hati yang normal digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) yang terbentuk melalui proses bertahap. Jaringan parut ini memengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati. Sel-sel hati menjadi rusak dan mati sehingga hati secara bertahap kehilangan fungsinya.

Sirosis adalah penyakit yang sangat berbahaya karena mengganggu pelaksanaan fungsi hati. Selain itu, sirosis juga beresiko yang bisa menyebabkan kanker hati (hepatocellular carcinoma). Risiko bermacam-macam sesuai penyebab sirosis. Risiko paling besar adalah pada sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis B dan C, berlanjut dengan sirosis yang disebabkan oleh hemokromatosis.

Penyebab Sirosis Hati
Ada banyak penyebab sirosis. Penyebab paling umum adalah :

  • Kebiasaan meminum alkohol, sel-sel hati berfungsi mengurai alkohol, terlalu banyak alkohol dapat merusak sel-sel hati, karena beban kerja hati terlalu keras.
  • Infeksi virus hepatitis C. Infeksi kronis virus hepatitis C menyebabkan peradangan jangka panjang dalam hati yang dapat mengakibatkan sirosis. Sekitar 1 dari 5 penderita hepatitis C kronis berlanjut menderita sirosis. Tetapi hal ini biasanya terjadi setelah sekitar 20 tahun atau lebih dari infeksi awal.
  • Infeksi kronis virus hepatitis B.
  • Hepatitis autoimun. Sistem kekebalan tubuh biasanya membuat antibodi untuk menyerang bakteri, virus, dan kuman lainnya. Pada hepatitis autoimun,sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap sel-sel hati yang dapat menyebabkan kerusakan dan sirosis. Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga tekanan darah terhambat dan merusak sel-sel hati. Sebagai contoh, sirosis bilier primer, primary sclerosing, dan masalah bawaan pada saluran empedu.
  • Non-alcohol steato-hepatitis (NASH). Ini adalah kondisi  di mana lemak menumpuk di hati sehingga menciptakan jaringan parut dan sirosis.
  • Kelebihan berat badan (obesitas) meningkatkan risiko Anda mengembangkan non-alcohol steato-hepatitis.
  • Reaksi parah terhadap obat tertentu.
  • Beberapa racun dan polusi lingkungan.
  • Infeksi tertentu yang disebabkan bakteri dan parasit.
  • Gagal jantung parah yang dapat menyebabkan tekanan balik darah dan kemacetan di hati.
  • Beberapa penyakit warisan langka yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati, seperti hemokromatosis (kondisi yang menyebabkan timbunan abnormal zat besi di hati dan bagian lain tubuh) dan penyakit Wilson (kondisi yang menyebabkan penumpukan abnormal zat tembaga di hati dan bagian lain tubuh).

Gejala Sirosis Hati dan Pengobatan Alami dengan Obat Herbal Liver
Sirosis di tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun. Oleh karena itu, pasien sirosis ringan dan moderat mungkin menderita untuk waktu yang lama tanpa menyadari penyakitnya. Pada tahap ini tes fungsi hati dapat mendeteksi perubahan yang mengarah pada disfungsi hati, seperti:

  • Kegagalan membuat cukup protein seperti albumin yang membantu untuk mengatur komposisi cairan di dalam aliran darah dan tubuh.
  • Kegagalan membuat bahan kimia yang cukup diperlukan untuk pembekuan darah.
  • Kurang mampu mengolah limbah kimia dalam tubuh seperti bilirubin sehingga menumpuk di dalam tubuh.
  • Kurang mampu memproses obat, racun, dan bahan kimia lainnya yang kemudian bisa menumpuk di dalam tubuh.

Pada tahap akhir, sirosis hati terkait dengan banyak gejala. Sebagian besar gejalanya adalah akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan tugas-tugas hati. Gejala yang dapat timbul pada fase ini adalah:

  • Kelelahan.
  • Kelemahan.
  • Cairan yang bocor dari aliran darah dan menumpuk di kaki (edema) dan perut (ascites).
  • Kehilangan nafsu makan, merasa mual dan ingin muntah.
  • Kecenderungan lebih mudah berdarah dan memar.
  • Penyakit kuning karena penumpukan bilirubin.
  • Gatal-gatal karena penumpukan racun.
  • Gangguan kesehatan mental dapat terjadi dalam kasus berat karena pengaruh racun di dalam aliran darah yang memengaruhi otak. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kepribadian dan perilaku, kebingungan, pelupa dan sulit berkonsentrasi.
  • Ada kemungkinan muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui kotoran (feses). Kondisi ini adalah kedaruratan medis yang harus segera ditangani

Jenis Penyakit Hepatitis dan Cara Pencegahan Dengan Konsumsi Obat Herbal Liver 

Penyakit Hepatitis A
Hepatitis A biasanya menular melalui makanan atau minuman yang tercemar tinja atau urine penderita  yang mengandung virus hepatitis A. Virus hepatitis A juga dapat ditemukan pada kerang yang diternakan atau hidup di air yang kotor. Diperkirakan sekitar 20-25% dari semua kasus hepatitis akut terinfeksi  virus hepatitis A.
Sumber penularan lain dapat terjadi akibat lingkungan yang tidak sehat dan padat. Makanan laut seperti kerang dan kepiting serta makanan mentah seperti salad dan buah-buahan yang terkontaminasi virus hepatitis A merupakan penularan yang jarang disadari.

Gejala-gejala hepatitis A 
Gejala umum yang timbul diantaranya lesu, lemah, mual, muntah, rasa nyeri pada hati (liver), air kencing berwarna keruh seperti teh, kotoran berwarna pucat, nyeri pada sendi, pusing, dan kadang-kadang disertai diare. Disamping itu, mata dan kulit berwarna kekuning-kuningan. Umumnya penderita terinfeksi virus hepatitis A berangsur-angsur sembuh dalam waktu 6 bulan, yang ditandai dengan hilangnya keluhan-keluhan dari gejala yang timbul.

Pencegahan hepatitis A

  • Imunisasi virus hepatitis A dan menjaga kebersihan, terutama setelah selesai buang air besar dengan mencuci tangan menggunakan sabun anti kuman.
  • Sebaiknya, penderita hepatitis A tidak memasak dan menyajikan makanan untuk keluarga. Hal ini untuk menghindari jika terjadi kecerobohan yang bisa berakibat terjadinya penularan lewat makanan atau minuman yang disajikan.
  • Makanan laut, seperti kerang, tiram dan kepiting sedapat mungkin dihindari.

Obat Herbal Liver Imuno Hepar Dapat Mencegah Kerusakan Hati Akibat Hepatitis

Penyakit hepatitis B
Hingga saat ini, kasus penularan virus hepatitis B paling banyak ditemukan, baik yang terdata di indonesia maupun di negara lain. Hepatitis B sangat perlu diwaspadai karena jika tidak segera diatasi dan berlangsung terus menerus akan menjadi hepatitis kronis dan memicu terjadinya sirosis hati (pengerasan hati) dan kanker hati. Sebagian besar penderita hepatitis B mempunyai peluang besar untuk sembuh dan memiliki kekebalan seumur hidup.

Gejala hepatitis B
Gejala yang timbul pada hepatitis B hampir sama dengan hepatitis A, tetapi penyebab penularan, komplikasi yang ditimbulkan, dan cara pencegahannya berbeda. Penularan hepatitis B biasanya melalui hubungan seksual dan terjadinya kontak darah dengan orang yang terinfeksi hepatitis B. Contoh kontak darah dengan orang yang terinfeksi hepatitis B antara lain transfusi darah, tusuk jarum, pemakaian jarum suntik bersama, ibu menulari bayi yang dilahirkan, hemodialisa (cuci darah pada pecandu narkoba), tindik telinga, dan tato. Disamping itu, kontak dengan tenaga medis, seperti dokter, perawat, petugas laboratorium, dan calon penerima transfusi darah yang terinfeksi hepatitis B.

Pencegahan hepatitis B

  • Imunisasi virus hapatitis B terhadap bayi yang baru lahir
  • Menghindari hubungan seksual dengan pengidap hepatitis B
  • Menghindari pemakaian jarum suntik, alat cukur, sikat gigi, tusuk jarum, alat tato atau tindik telinga secara bersama dengan pengidap hepatitis B
  • Karena virus hepatitis B sangat mudah ditularkan kepada semua orang dan berakibat fatal bagi kesehatan, sebaiknya upaya pencegahan harus secepatnya dilakukan.

Penyakit hepatitis C
Hepatitis C sering disebut dengan hepatitis non-A dan non-B. Hepatitis C biasanya akan berlanjut menjadi hepatitis kronis hingga muncul komplikasi yang lebih serius, seperti sirosis hati, kanker hati dan gagal hati. Hal ini lebih sering terjadi pada pria. Di amerika serikat, kasus gagal hati akibat hepatitis C merupakan penyebab utama transplantasi (cangkok) hati.

Gejala penyakit hepatitis C
Hepatitis C memberikan gejala klinis, seperti rasa mual, kurang nafsu makan, air kemih keruh (berwarna kuning), cepat lelah, kulit dan mata berwarna kuning, serta nyeri ringan di daerah perut sebelah kanan. Kepastian lebih detail penyakit ini adalah dengan tes darah.
Pencegahan Penyakit hepatitis C

  • Vaksin untuk hepatitis C belum ada, upaya pencegahan bisa dilakukan dengan menghindari pemakaian obat terlarang dan menghindari penggunaan jarum suntik secara bersamaan.
  • Alat-alat untuk keperluan akupuntur, tato, dan tindik telinga, terlebih dahulu harus disterilkan sebelum digunakan.
  • Tidak melakukan hubungan seksual dengan orang penderita hepatitis C

IMUNO HEPAR Obat Herbal Liver Sirosis Hati

Manfaat Curcumin untuk Kesehatan Hati
Curcumin merupakan zat aktif hasil ekstraksi yang banyak terkandung di dalam Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb). Temulawak selain mengandung curcumin juga mengandung zat aktif lainnya.

urcumin tidak larut dalam air, sehingga untuk mendapatkan curcumin tidak bisa dengan menggodok temulawak secara tradisional. Zat Curcumin hanya bisa didapatkan dengan cara proses ekstraksi dengan menggunakan teknologi modern. Jadi curcumin bukanlah temulawak.

Curcumin yang dikenal dalam bahasa medisnya dengan nama diferuloylmethane, memiliki sifat fitokimia yang sangat bermanfaat sebagai pelindung hati (hepatoprotektor), antioksidan yang kuat untuk membasmi radikal bebas (detoksifikasi), dapat meningkatkan daya tahan tubuh (imunomodulator), mampu menghambat perkembangan sel kanker, anti radang, dan dapat menurunkan kolesterol tinggi.

Dari hasil penelitian mutakhir Curcumin mampu mencegah kanker usus besar. Hingga saat ini dunia medis masih percaya untuk menggunakan curcumin sebagai obat herbal liver.

Manfaat Habbatussauda untuk Kesehatan Liver 
Mengenai efek habbatussauda (jintan hitam/nigella sativa) peranannya dalam melindungi fungsi hati sudah dilakukan banyak penelitian, dan hasilnya sangat menggembirakan.

Di negara Turki penelitian yang diterbitkan oleh Word Journal Gastroenterology pada tahun 2005, menyebutkan bahwa tikus yang sebelumnya diberi karbon tetraklorid sehingga meracuni livernya, ternyata dengan pemberian minyak habbatussauda selama 60 hari mampu menurunkan enzim liver dan enzim lipid peroksidasi, serta menaikan level enzim antioksidan.

Penilitian tersebut menyebutkan bahwa habbatussauda bukan merusak liver, malah sebaliknya habbatussauda memiliki reaksi yang bersifat memperbaiki kerusakan hati (liver). Sehingga dari hasil penelitian ini habbatussauda bersifat hepatoprotektif (melindungi hati).

Penelitian lainyya mendapatkan hasil bahwa kandungan thymoquinon pada habbatussauda  mampu memperbaiki kerusakan liver akibat pengaruh alkohol (tahun 2007, Saudi Arabia, College of Medical Sciences King Saud University).

Dengan berdasarkan dari berbagai riset dan penelitian ini, menyimpulkan bahwa habbatussauda sebagai obat herbal liver (hati) memiliki manfaat memperbaiki dan melindungi kondisi liver liver dari kerusakan yang diakibatkan  bahan-bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh kita baik disengaja atau tidak disengaja.

Komposisi Imuno Hepar :

  • Curcumin (Curcuma Xanthorhiza Roxb)     80%
  • Habbatussauda (Nigella Sativa)                         20%

Khasiat Imuno Hepar :

  • Memperbaiki kerusakan hati (sirosis hati)
  • memelihara kesehatan hati/liver
  • Membantu menyembuhkan penyakit liver, kuning, hepatittis A, B, C
  • Juga dapat mengobati maag

Aturan pakai Imuno Hepar :

  • Minumlah secara teratur 2 kali sehari @ 2 kapsul (untuk pencegahan)
  • Untuk Pengobatan : 3 x 2 kapsul/hari

Isi : 50 kapsul

Izin Depkes RI : POM TR. 043338161

Sumber :

  • Buku, Tanaman Obat Populer Penggempur Anek Penyakit, Bambang Sudewo (penulis)

 

Sale
Rp 50.000
Sale
Rp 40.000
Sale
Rp 80.000
Sale
Rp 40.000
Sale
Rp 169.000
Sale
Rp 150.000
Best Seller
Obat Pemutih Pencerah Kulit Alami (Suplemen Detox Silky Beauty)

4%

Rp 200.000 208.000
Sale
Obat Herbal Asam Urat Alami Menahun Dari Amerika (Legiron)

5%

Rp 188.000 198.000
Sale
Obat Herbal Diabetes Melitus Alami Impor (Glucoblock)

5%

Rp 188.000 198.000